Saturday, September 28, 2013

Motivasi Filsafat Muhammadiyah



A.    Definisi Motivasi
Motif seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah-laku, dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu. Setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia selalu di mulai dengan motivasi (niat). Menurut Wexley & Yukl (dalam As’ad, 1987) motivasi adalah pemberian atau penimbulan motif, dapat pula diartikan hal atau keadaan menjadi motif. Sedangkan menurut Mitchell (dalam Winardi, 2002) motivasi mewakili proses- proses psikologikal, yang menyebabkan timbulnya, diarahkanya, dan terjadinya persistensi kegiatan- kegiatan sukarela (volunter) yang diarahkan ke tujuan tertentu.
Sedangkan menurut Gray (dalam Winardi, 2002) motivasi merupakan sejumlah proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatan- kegiatan tertentu.
Morgan (dalam Soemanto, 1987) mengemukakan bahwa motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek- aspek dari motivasi. Ketiga hal tersebut adalah: keadaan yang mendorong tingkah laku (motivating states), tingkah laku yang di dorong oleh keadaan tersebut (motivated behavior), dan tujuan dari pada tingkah laku tersebut (goals or ends of such behavior). McDonald (dalam Soemanto, 1987) mendefinisikan motivasi sebagai perubahan tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi- reaksi mencapai tujuan. Motivasi merupakan masalah kompleks dalam organisasi, karena kebutuhan dan keinginan setiap anggota organisasi berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini berbeda karena setiap anggota suatu organisasi adalah unik secara biologis maupun psikologis, dan berkembang atas dasar proses belajar yang berbeda pula (Suprihanto dkk, 2003).
Soemanto (1987) secara umum mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan tenaga yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi pencapaian tujuan. Karena kelakuan manusia itu selalu bertujuan, kita dapat menyimpulkan bahwa perubahan tenaga yang memberi kekuatan bagi tingkahlaku mencapai tujuan,telah terjadi di dalam diri seseorang.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah energi aktif yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan pada diri sesorang yang nampak pada gejala kejiwaan, perasaan, dan juga emosi, sehingga mendorong individu untuk bertindak atau melakukan sesuatu dikarenakan adanya tujuan, kebutuhan, atau keinginan yang harus terpuaskan.
1)      Idealis adalah  (1) aliran ilmu filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yg benar yg dapat dicamkan dan dipahami; (2) hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna.
2)      Historis adalah berkenaan dng sejarah; bertalian atau ada hubungannya dng masa lampau;
3)      Etis adalah yang berhubungan (sesuai) dengan etika dan sesuai dengan asas perilaku yg disepakati secara umum
4)      Academia, akademisi, atau Akademi adalah istilah umum bagi komunitas mahasiswa dan cendekiawan terlibat dalam pendidikan tinggi dan penelitian.
5)      Gerakan adalah  gerakan sejenis tindakan sekelompok yang merupakan kelompok informal yang berbentuk organisasi, berjumlah besar atau individu yang secara spesifik berfokus pada suatu isu-isu sosial atau politik dengan melaksanakan, menolak, atau mengkampanyekan sebuah perubahan sosial.

B.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi
Motivasi seseorang sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu :
a.      Faktor Internal; faktor yang berasal dari dalam diri individu, terdiri atas:
1)      Persepsi individu mengenai diri sendiri; seseorang termotivasi atau tidak untuk melakukan sesuatu banyak tergantung pada proses kognitif berupa persepsi. Persepsi seseorang tentang dirinya sendiri akan mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang untuk bertindak;
2)      Harga diri dan prestasi; faktor ini mendorong atau mengarahkan inidvidu (memotivasi) untuk berusaha agar menjadi pribadi yang mandiri, kuat, dan memperoleh kebebasan serta mendapatkan status tertentu dalam lingkungan masyarakat; serta dapat mendorong individu untuk berprestasi;
3)      Harapan; adanya harapan-harapan akan masa depan. Harapan ini merupakan informasi objektif dari lingkungan yang mempengaruhi sikap dan perasaan subjektif seseorang. Harapan merupakan tujuan dari perilaku.
4)      Kebutuhan; manusia dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjadikan dirinya sendiri yang berfungsi secara penuh, sehingga mampu meraih potensinya secara total. Kebutuhan akan mendorong dan mengarahkan seseorang untuk mencari atau menghindari, mengarahkan dan memberi respon terhadap tekanan yang dialaminya.
5)      Kepuasan kerja; lebih merupakan suatu dorongan afektif yang muncul dalam diri individu untuk mencapai goal atau tujuan yang diinginkan dari suatu perilaku.
b.      Faktor Eksternal; faktor yang berasal dari luar diri individu, terdiri atas:
1)      Jenis dan sifat pekerjaan; dorongan untuk bekerja pada jenis dan sifat pekerjaan tertentu sesuai dengan objek pekerjaan yang tersedia akan mengarahkan individu untuk menentukan sikap atau pilihan pekerjaan yang akan ditekuni. Kondisi ini juga dapat dipengartuhi oleh sejauh mana nilai imbalan yang dimiliki oleh objek pekerjaan dimaksud;
2)      Kelompok kerja dimana individu bergabung; kelompok kerja atau organisasi tempat dimana individu bergabung dapat mendorong atau mengarahkan perilaku individu dalam mencapai suatu tujuan perilaku tertentu; peranan kelompok atau organisasi ini dapat membantu individu mendapatkan kebutuhan akan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, kebajikan serta dapat memberikan arti bagi individu sehubungan dengan kiprahnya dalam kehidupan sosial.
3)      Situasi lingkungan pada umumnya; setiap individu terdorong untuk berhubungan dengan rasa mampunya dalam melakukan interaksi secara efektif dengan lingkungannya;
4)      Sistem imbalan yang diterima; imbalan merupakan karakteristik atau kualitas dari objek pemuas yang dibutuhkan oleh seseorang yang dapat mempengaruhi motivasi atau dapat mengubah arah tingkah laku dari satu objek ke objek lain yang mempunyai nilai imbalan yang lebih besar. Sistem pemberian imbalan dapat mendorong individu untuk berperilaku dalam mencapai tujuan; perilaku dipandang sebagai tujuan, sehingga ketika tujuan tercapai maka akan timbul imbalan.



C.    Motivasi Idealis
1.            Hakikat Filsafat Kemuhammadiyahan
Ditinjau dari perspektif filosofis, baik dimensi ontologi, epistemologi, maupun axiologi pada hakikatnya filsafat kemuhammadiyahan merupakan suatu filsafat hidup/pandangan hidup/ideologi yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
Filsafat kemuhammadiyahan adalah seperangkat nilai dan norma dasar yang bersumber dari al quran dan As-Sunnah serta khazanah ilmu pengetahuan islami yang dikembangkan dari pemikiran-pemikiran formal atau baku dalam organisasi muhammadiyah sebagai pedoman segenap warga muhammadiyah dalam menjalani pola kehidupan yang tercermin pada kepribadian, Akhlak mulia (akhlaqul karimah) dan teladan yang baik (uswatun khasanah) untuk mencapai cita-cita dan tujuan terwujudnya masyarakat islam yang sebenar-benarnya.

2.            Sumber dan landasan utama filsafat kemuhammadiyahan
Sumber dan landasan utama filsafat kemuhammadiyahan ialah Al quran dan As sunnah serta khazanah ilmu pengetahuan islami yang dikembangkan dari pemikiran-pemikiran formal atau baku dalam organisasi (persyarikatan, jamiyah) muhammadiyah, seperti :
a.       Muqadimmah Anggaran Dasar Muhammadiyah
b.      Matan Keyakinan dan Cita-cita hidup Muhammadiyah\
c.       Matan Kepribadian Muhammadiyah
d.      Khittah Perjuangan Muhammadiyah
e.       Pedoman Hidup Islam Warga Muhammadiyah
f.       Hasil-hasil Keputusan Tarjih

3.            Fungsi Filsafat Kemuhammadiyahan
Filsafat kemuhammadiyahan berfungsi sebagai pedoman (panduan dan pengayaan) bagi segenap warga muhammadiyah dalam menjalani pola kehidupan yang tercermin dalam kepribadian akhlak mulia (akhlaqul karimah) dan keteladanan yang baik (uswatun khazanah) baik sebagai pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan warga negara indonesia maupun warga dunia dalam bidang keagamaan, sosial budaya, politik, hukum, pertahanan-keamanan, maupun IPTEKS dalam perjuangan menghadapi segala tantangan, masalah perubahan dan perkembangan kehidupan umat manusia.


D.    Motivasi Historis
Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KHA Dahlan .
Beliau adalah pegawai kesultanan Kraton Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai pedagang. Melihat keadaan ummat Islam pada waktu itu dalam keadaan jumud, beku dan penuh dengan amalan-amalan yang bersifat mistik, beliau tergerak hatinya untuk mengajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan Qur`an dan Hadist. Oleh karena itu beliau memberikan pengertian keagamaan dirumahnya ditengah kesibukannya sebagai Khatib dan para pedagang. 
Mula-mula ajaran ini ditolak, namun berkat ketekunan dan kesabarannya, akhirnya mendapat sambutan dari keluarga dan teman dekatnya. Profesinya sebagai pedagang sangat mendukung ajakan beliau, sehingga dalam waktu singkat ajakannya menyebar ke luar kampung Kauman bahkan sampai ke luar daerah dan ke luar pulau Jawa. Untuk mengorganisir kegiatan tersebut maka didirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Dan kini Muhammadiyah telah ada diseluruh pelosok tanah air. 
Disamping memberikan pelajaran/pengetahuannya kepada laki-laki, beliau juga memberi pelajaran kepada kaum Ibu muda dalam forum pengajian yang disebut "Sidratul Muntaha". Pada siang hari pelajaran untuk anak-anak laki-laki dan perempuan. Pada malam hari untuk anak-anak yang telah dewasa.
KH A Dahlan memimpin Muhammadiyah dari tahun 1912 hingga tahun 1922 dimana saat itu masih menggunakan sistem permusyawaratan rapat tahunan. Pada rapat tahun ke 11, Pemimpin Muhammadiyah dipegang oleh KH Ibrahim yang kemudian memegang Muhammadiyah hingga tahun 1934.Rapat Tahunan itu sendiri kemudian berubah menjadi Konggres Tahunan pada tahun 1926 yang di kemudian hari berubah menjadi Muktamar tiga tahunan dan seperti saat ini Menjadi Muktamar 5 tahunan.





E.     Motivasi Etis

1.      Kepribadian Muhammadiyah

Muhammadiyah adalah persyarikatan yang merupakan Gerakan Islam. Maksud gerakanya ialah Dakwah Islam dan Amar Ma'ruf nahi Munkar yang ditujukan kepada dua bidang: perseorangan dan masyarakat . Dakwah dan Amar Ma'ruf nahi Munkar pada bidang pertama terbagi kepada dua golongan: Kepada yang telah Islam bersifat pembaharuan (tajdid), yaitu mengembalikan kepada ajaran Islam yang asli dan murni; dan yang kedua kepada yang belum Islam, bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama Islam.

Adapun da'wah Islam dan Amar Ma'ruf nahi Munkar bidang kedua, ialah kepada masyarakat, bersifat kebaikan dan bimbingan serta peringatan. Kesemuanya itu dilaksanakan dengan dasar taqwa dan mengharap keridlaan Allah semata-mata.

Dengan melaksanakan dakwah Islam dan amar ma'ruf nahi munkar dengan caranya masing-masing yang sesuai, Muhammadiyah menggerakkan masyarakat menuju tujuannya, ialah "Terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya".


2.      Dasar Dan Amal Usaha Muhammadiyah
Dalam perjuangan melaksanakan usahanya menuju tujuan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, dimana kesejahteraan, kebaikan dan kebahagiaan luas-merata, Muhammadiyah mendasarkan segala gerak dan amal usahanya atas prinsip-prinsip yang tersimpul dalam Muqaddimah Anggaran Dasar, yaitu:
1)      Hidup manusia harus berdasar tauhid, ibadah, dan taat kepada Allah.
2)      Hidup manusia bermasyarakat.
3)      Mematuhi ajaran-ajaran agama Islam dengan berkeyakinan bahwa ajaran Islam itu satu-satunya landasan kepribadian dan ketertiban bersama untuk kebahagiaan dunia akhirat.
4)      Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam dalam masyarakat adalah kewajiban sebagai ibadah kepada Allah dan ikhsan kepada kemanusiaan.
5)      Ittiba' kepada langkah dan perjuangan Nabi Muhammad SAW
6)      Melancarkan amal usaha dan perjuangannya dengan ketertiban organisasi.



3.      Pedoman Amal Usaha Dan Perjuangan Muhammadiyah
Menilik dasar prinsip tersebut di atas, maka apapun yang diusahakan dan bagaimanapun cara perjuangan Muhammadiyah untuk mencapai tujuan tunggalnya, harus berpedoman: "Berpegang teguh akan ajaran Allah dan Rasul-Nya, bergerak membangun di segenap bidang dan lapangan dengan menggunakan cara serta menempuh jalan yang diridlai Allah".

4.      Sifat Muhammadiyah
Menilik: (a) Apakah Muhammadiyah itu, (b) Dasar amal usaha Muhammadiyah dan (c) Pedoman amal usaha dan perjuangan Muhammadiyah, maka Muhammadiyah memiliki dan wajib memelihara sifat-sifatnya, terutama yang terjalin di bawah ini:
1)      Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan.
2)      Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah.
3)      Lapang dada, luas pandangan, dengan memegang teguh ajaran Islam.
4)      Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan.
5)      Mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah.
6)      Amar ma'ruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang baik.
7)      Aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan, sesuai dengan ajaran Islam.
8)      Kerjasama dengan golongan Islam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela kepentingannya.
9)      Membantu pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun Negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridlai Allah SWT.
10)  Bersifat adil serta kolektif ke dalam dan keluar dengan bijaksana.

F.     Motivasi Akademik
1.      Dasar, Maksud dan tujuan mempelajari filsafat kemuhammadiyahan
Mempelajari filsafat kemuhammadiyahan merupakan salah satu mata kuliah pokok, yang dijadikan mata kuliah wajib dengan maksud dan tujuan agar dapat dikaji, dipahami, dan dihayati oleh para mahasiswa peserta pendidikan perguruan tinggi muhammadiyah. Dan lebih dari itu diharapkan para alumnus secara sadar bersedia dengan ikhlas mengamalkan berbagai pokok pikiran, pandangan, asas-asas yang menjadi keyakinan dan cita-cita persyarikatan muhammadiyah, Harapan ini kiranya dapat dipahami berdasarkan beberapa alasan sebagai berikut :
1)      Muhammadiyah memerlukan penerus keyakinan, cita-cita dan amal usahanya
Muhammadiyah adalah suatu gerakan islam yang oleh masyarakat luas dikenal sebagai suatu organisasi islam yang bertaraf nasional serta memiliki amal usaha yang banyak sekali dan beraneka ragam meliputi bidang-bidang keagamaan, kemasyarakatan, pendidikan dan sebagainya. Muhammadiyah menyadari sepenuhna, bahwa untuk meneruskan dan menyempurnakan amal usaha muhammadiyah tersebut, mutlak diperlukan adanya kader-kader penerus yang berkualitas dan penuh pengabdian, memahami visi, misi, arah dan tujuan yang diemban oleh persyarikatan muhammadiyah.
Lembaga pendidikan muhammadiyah mengemban amanah, tugas dan tanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, juga berperan sebagai lembaga pembina kader umat dan bangsa. Mengingat peran seperti diatas maka sudah seharusnya kepada peserta didik di lembaga-lembaga pendidikan muhammadiyah senantiasa diperkenalka, diajak mengkaji agar mampu menghayati cita-cita mulia Muhammadiyah, yaitu ”Li” i’lai kalimatillah”, Menegakan dan menjunjung tinggi agama islam semata-mata demi tercapainya ”Izzul Islam Wal Muslimin”, Kejayaan islam sebagai cita-cita dan idealita serta kemulian hidup umat islam sebagai realita.

2)      Muhammadiyah perlu dikenal dan dicintai oleh generasi penerus serta masyarakat
Dengan diajarkan mata kuliah filsafat kemuhammadiyahan sekurang-kurangnya generasi muda Indonesia, terutama mereka yang memasuki jalur pendidikan formal muhammadiyah dapat mengenal tentang apa sebenarnya muhammadiyah itu, mengenal peranannya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan adanya mata kuliah tersebut generasi muda dapat mengetahui secara objektif, bahwa persyarikatan muhammadiyah merupakan gerakan islam islam yang terbesar di Indonesia yang telah berjasa dalam keikutsertaannya membangun bangsa Indonesia dalam upaya menemukan jati dirinya sejak zaman Hindia Belanda hingga dewasa ini. Muhammadiyah telah menyumbangkan putra-putri terbaiknya pada masa perjuangan kemerdekaan dan era pembangunan bangsa dan negara serta era reformasi Republik Indonesia.

2.      Implikasi Dan Implementasi Filsafat Kemuhammadiyahan Dalam Pendidikan Tinggi Muhammadiyah
Perguruan Tinggi Muhammadiyah sebagai subsistem dari sistem pendidikan muhammadiyah memiliki visi,misi, dan tujuan yang jelas dan dikembangkan secara dinamis. Visi, misi, dan tujuan ini haruslah tercermin baik pada penyelenggara maupun lulusan pendidikan muhammadiyah.
1)      Visi perguruan Tinggi Muhammadiyah
a.       Tantangan dan masalah kehidupan dalam abad ke-21 ialah perubahan yang amat cepat dan semakin kompleks yang diwarnai pula dengan kompetensi dan proses homogenisasi kultural yang dorong oleh perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam mengadapi tantangan dan masalah tersebut diperlukan akademisi-akademisi yang berjiwa tauhid, yang memiliki kemampuan dan semangat untuk mengantarkan serta memandu masyarakat dalam berkehidupan yang faham akan keberadaan manusia menurut fitrahnya, yaitu sebagai khalifah Allah di muka bumi, beribadah hanya kepada Allah SWT semata, dan menyeru pada kebajikan.
b.      Perguruan Tinggi Muhammadiyah sebagai unsur kelembagaan persyarikatan muhammadyah sadar akan fungsi dan tanggung jawabnya untuk menghasilkan alademisi yang berjiwa tauhid sebagai pemandu dan pencerahan masyarakar dalam berkehidupan menurut tuntunan islam, melalui :
1)      Wacana Iqro sebagai paradigma pencarian ilmu
2)      Keunggulan kompetensi ilmu, teknolohu dan kesenian sebagai pengetahuan kesatuan hidup
c.       Dalam mengembangkan ilmu, teknologi dan kesenian, perguruan tinggi muhammadiyah menempatkan ilmu, teknologi dan kesenian sebagai piranti fungsi khalifahan, dengan berpedoman kepada batas-batas penciptaan, penguasaan, perizki, pemelihara, dan pengelolaan Allah SWT.
d.      Pendidikan Muhammadiyah sebagai bagian dari kesatuan pendidikan nasional menjadi pusat penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan tinggi, serta pemeliharaan, pembinaan, dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian yang diridhoi oleh Allah SWT.
Demikianlah visi perguruan tinggi muhammadiyah yang intinya sesuai dengan visi pendidikan muhammadiyah, yakni meliputi lima aspek nilai : (1) Keislaman, (2) KeIndonesiaan, (3) Keunggulan, (4) Kebersamaan, dan (5) Keutuhan.

2)      Misi Perguruan Tinggi Muhammadiyah
Berdasarkan visi perguruan tinggi muhammadiyah tersebut di atas dan sesuai dengan undang-undang pendidikan dan peraturan pemerintah tentang perguruan tinggi, maka misi perguruan tinggi muhammadiyah ialah sebagai berikut :
1)      Menyelenggarakan pendidikan tinggi untuk menghasilkan insan terdidik sebagai anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik atau profesional
2)      Menyelenggarakan penelitian dalam upaya menghasilkan pengetahuan empirik, teori, konsep, metodologi, model/paradigma, atau informasi baru yang memperkaya ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.
3)      Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan kegiatan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi atau kesenian dalam rangka membantu serta memberdayakan masyarakat sebagai perwujudan ilmu-amaliah demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

3)      Tujuan Perguruan Tinggi Muhammadiyah
Sesuai dengan visi dan misinya, Perguruan Tinggi Muhammadiyah bertujuan untuk :
a.       Menyediakan peserta didik menjadi sarjana yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang sesuai dan beramal shaleh menuju terwujudnya masyarakat utama: adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT
b.      Mengamalkan, mengembangkan, menciptakan, menyebarkan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian dalam rangka memajukan islam dan meningkatkan kesejahteraan umat manusia.
c.       Tujuan program Pascasarjana UHAMKA ialah menghasilkan magister dan doktor yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, dan memiliki ciri-ciri sebagai berikut: mampu melaksanakan layanan profesional dengan cara penelitian dan pengembangan; partisipasi dalam pengembangan bidang ilmunya; mampu mengembangkan kemampuan profesionalnya dalam spektrum yang lebih luas dengan mengkaitkan bidang ilmu atau profesi yang serupa dan mampu merumuskan pemecahan berbagai masalah dalam kehidupan masyarakat, bangsa,  dan negara secara ilmiah.
Penyelenggaraan kegiatan untuk mencapai tujuan sebagai yang dimaksud visi,misi,dan tujuan diatas berpedoman pada :
1)      Tujuan pendidikan nasional
2)      Kaidah moral dan etika ilmu pengetahuan
3)      Kepentingan masyarakat, serta memperhatikan minat, kemampuan dan prakarsa pribadi

G.    Motivasi Gerakan
Dengan melihat sejarah pertumbuhan dan perkembangan persyarikatan Muhammadiyah sejak kelahirannya, memperhatikan faktor-faktor yang melatarbelakangi berdirinya, aspirasi, motif, dan cita-citanya serta amal usaha dan gerakannya, nyata sekali bahwa didalammya terdapat ciri-ciri khusus yang menjadi identitas dari hakikat atau jati diri Persyarikatan Muhammadiyah. Secara jelas dapat diamati dengan mudah oleh siapapun yang secara sepintas mau memperhatikan ciri-ciri perjuangan Muhammdiyah itu adalah sebagai berikut.
1.      Muhammadiyah adalah gerakan Islam
2.      Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar
3.      Muhammadiyah adalah gerakan tajdid

a)      Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam
Telah diuraikan dalam bab terdahulu bahwa Persyarikatan Muhammadiyah dibangun oleh KH Ahmad Dahlan sebagi hasil kongkrit dari telaah dan pendalaman (tadabbur) terhadap Alquranul Karim. Faktor inilah yang sebenarnya paling utama yang mendorong berdirinya Muhammadiyah, sedang faktor-faktor lainnya dapat dikatakan sebagai faktor penunjang atau faktor perangsang semata. Dengan ketelitiannya yang sangat memadai pada setiap mengkaji ayat-ayat Alquran, khususnya ketika menelaah surat Ali Imran, ayat:104, maka akhirnya dilahirkan amalan kongkret, yaitu lahirnya Persyarikatan Muhammadiyah. Kajian serupa ini telah dikembangkan sehingga dari hasil kajian ayat-ayat tersebut oleh KHR Hadjid dinamakan “Ajaran KH Ahmad Dahlan dengan kelompok 17, kelompok ayat-ayat Alquran”, yang didalammya tergambar secara jelas asal-usul ruh, jiwa, nafas, semangat Muhammadiyah dalam pengabdiyannya kepada Allah SWT.
Dari latar belakang berdirinya Muhammadiyah seperti di atas jelaslah bahwa sesungguhnya kelahiran Muhammadiyah itu tidak lain karena diilhami, dimotivasi, dan disemangati oleh ajaran-ajaran Al-Qur’an karena itupula seluruh gerakannya tidak ada motif lain kecuali semata-mata untuk merealisasikan prinsip-prinsip ajaran Islam. Segala yang dilakukan Muhammadiyah, baik dalam bidang pendidikan dan pengajaran, kemasyarakatan, kerumahtanggaan, perekonomian, dan sebagainya tidak dapat dilepaskan dari usaha untuk mewujudkan dan melaksankan ajaran Islam. Tegasnya gerakan Muhammadiyah hendak berusaha untuk menampilkan wajah Islam dalam wujud yang riil, kongkret, dan nyata, yang dapat dihayati, dirasakan, dan dinikmati oleh umat sebagai rahmatan lil’alamin.

b)     Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam
Ciri kedua dari gerakan Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan dakwah Islamiyah. Ciri yang kedua ini muncul sejak dari kelahirannya dan tetap melekat tidak terpisahkan dalam jati diri Muahammadiyah. Sebagaimana telah diuraikan dalam bab terdahulu bahwa faktor utama yang mendorong berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah berasal dari pendalaman KHA Dahlan terdapat ayat-ayat Alquran Alkarim, terutama sekali surat Ali Imran, Ayat:104. Berdasarkan Surat Ali Imran, ayat : 104 inilah Muhammadiyah meletakkan khittah atau strategi dasar perjuangannya, yaitu dakwah (menyeru, mengajak) Islam, amar ma’ruf nahi munkar dengan masyarakat sebagai medan juangnya. Gerakan Muhammadiyah berkiprah di tengah-tengah masyarakat bangsa Indonesia dengan membangun berbagai ragam amal usaha yang benar-benar dapat menyentuh hajat orang banyak seperti berbagai ragam lembaga pendidikan sejak taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, membangun sekian banyak rumah sakit, panti-panti asuhan dan sebagainya. Semua amal usaha Muhammadiyah seperti itu tidak lain merupakan suatu manifestasi dakwah islamiyah. Semua amal usaha diadakan dengan niat dan tujuan tunggal, yaitu untuk dijadikan sarana dan wahana dakwah Islamiyah.

c.     Muhammadiyah sebagi Gerakan Tajdid
Ciri ke tiga yang melekat pada Persyarikatan Muhammadiyah adalah sebagai Gerakan Tajdid atau Gerakan Reformasi. Muhammadiyah sejak semula menempatkan diri sebagai salah satu organisasi yang berkhidmat menyebarluaskan ajaran Agama Islam sebagaimana yang tercantum dalam Alquran dan Assunah, sekaligus memebersihkan berbagai amalan umat yang terang-trangan menyimpang dari ajaran Islam, baik berupa khurafat, syirik, maupun bid’ah lewat gerakan dakwah. Muhammadiyah sebagai salah satu mata rantai dari gerakan tajdid yang diawali oleh ulama besar Ibnu Taimiyah sudah barang tentu ada kesamaaan nafas, yaitu memerangi secara total berbagai penyimpangan ajaran Islam seperti syirik, khurafat, bid’ah dan tajdid, sbab semua itu merupakan benalu yang dapat merusak akidah dan ibadah seseorang.
Sifat Tajdid yang dikenakan pada gerakan Muhammadiyah sebenarnya tidak hanya sebatas pengertian upaya memurnikan ajaran Islam dari berbagai kotoran yang menempel pada tubuhnya, melainkan juga termasuk upaya Muhammadiyah melakukan berbagai pembaharuan cara-cara pelaksanaan Islam dalam kehidupan bermasyarakat, semacam memperbaharui cara penyelenggaraan pendidikan, cara penyantunan terhadap fakir miskin dan anak yatim, cara pengelolaan zakat fitrah dan zakat harta benda, cara pengelolaan rumah sakit, pelaksanaan sholat Id dan pelaksanaan kurba dan sebagainya.
Untuk membedakan antara keduanya maka tajdid dalam pengertian pemurnian dapat disebut purifikasi (purification) dan tajdid dalam pembaharuan dapat disebut reformasi (reformation). Dalam hubungan dengan salah satu ciri Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid, maka Muhammadiyah dapat dinyatakan sebagai Gerakan Purifikasi dan Gerakan Reformasi.
    
KESIMPULAN

Motivasi adalah energi aktif yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan pada diri sesorang yang nampak pada gejala kejiwaan, perasaan, dan juga emosi, sehingga mendorong individu untuk bertindak atau melakukan sesuatu dikarenakan adanya tujuan, kebutuhan, atau keinginan yang harus terpuaskan.
Filsafat kemuhammadiyahan adalah seperangkat nilai dan norma dasar yang bersumber dari al quran dan As-Sunnah serta khazanah ilmu pengetahuan islami yang dikembangkan dari pemikiran-pemikiran formal atau baku dalam organisasi muhammadiyah sebagai pedoman segenap warga muhammadiyah dalam menjalani pola kehidupan yang tercermin pada kepribadian, Akhlak mulia (akhlaqul karimah) dan teladan  yang baik (uswatun khasanah) untuk mencapai cita-cita dan tujuan terwujudnya masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Jadi motivasi mempelajari filsafat kemuhammadiyahan adalah mendorong invidu untuk bertindak sesuai norma dasar yang bersumber dari Al quran dan As sunnah sehimhha dapat menjalani pola kehidupan dengan akhlak mulia dan teladan yang baik.
Mempelajari filsafat kemuhammadiyahan merupakan salah satu mata kuliah pokok, yang dijadikan mata kuliah wajib dengan maksud dan tujuan agar dapat dikaji, dipahami, dan dihayati oleh para mahasiswa peserta pendidikan perguruan tinggi muhammadiyah. Dan lebih dari itu diharapkan para alumnus secara sadar bersedia dengan ikhlas mengamalkan berbagai pokok pikiran, pandangan, asas-asas yang menjadi keyakinan dan cita-cita persyarikatan muhammadiyah.
Ciri perjuangan Muhammdiyah itu adalah sebagai berikut.
1.      Muhammadiyah adalah gerakan Islam
2.      Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar
3.      Muhammadiyah adalah gerakan tajdid

Muhammadiyah adalah persyarikatan yang merupakan Gerakan Islam. Maksud gerakanya ialah Dakwah Islam dan Amar Ma'ruf nahi Munkar yang ditujukan kepada dua bidang: perseorangan dan masyarakat . Dakwah dan Amar Ma'ruf nahi Munkar pada bidang pertama terbagi kepada dua golongan: Kepada yang telah Islam bersifat pembaharuan (tajdid), yaitu mengembalikan kepada ajaran Islam yang asli dan murni; dan yang kedua kepada yang belum Islam, bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama Islam.


DAFTAR PUSTAKA


www.muhammadiyah.or.id/

Ismaun, 2010. Filsafat Kemuhammadiyahan Suatu Paparan Ringkas. Jakarta : Uhamka Press






No comments:

Post a Comment

Post a Comment